BANDUNG — Anggota DPRD Jawa Barat Pipik Taufik Ismail menghadiri syukuran kemenangan Banteng Jabar FC yang sukses menjuarai Soekarno Cup 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi perjuangan para pemain muda sekaligus seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan tim Jawa Barat tersebut.
Syukuran yang digelar di Bandung itu dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) DPC PDI Perjuangan se-Jawa Barat, official Banteng Jabar FC, serta para orang tua pemain.
Pipik Taufik hadir bersama para pengurus dan kader PDI Perjuangan Jawa Barat untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para pemain dan official. Menurut dia, prestasi Banteng Jabar FC bukan sekadar keberhasilan memenangkan sebuah turnamen, tetapi juga menunjukkan potensi besar generasi muda Jawa Barat apabila mendapatkan ruang pembinaan dan dukungan yang memadai.
“Prestasi ini tentu membanggakan. Yang paling penting, anak-anak muda kita mendapatkan pengalaman, ruang untuk berkembang dan kesempatan menunjukkan kemampuan. Kita harus terus memberikan dukungan agar prestasi seperti ini bisa menjadi awal dari pembinaan sepak bola Jawa Barat yang berkelanjutan,” kata Pipik.
Pipik menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemain, pelatih, official, pengurus, serta dukungan orang tua. Karena itu, menurutnya, apresiasi tidak hanya diberikan kepada mereka yang berada di lapangan, tetapi kepada seluruh ekosistem yang ikut membangun perjalanan tim.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Pipik juga menempatkan pembinaan generasi muda sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang pendidikan karakter, kedisiplinan, kerja sama, sekaligus membuka peluang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan potensi mereka.
“Anak-anak ini bukan hanya membawa nama tim, tetapi juga membawa nama Jawa Barat. Tugas kita adalah memastikan mereka punya ruang untuk tumbuh, berprestasi dan mendapatkan pembinaan yang baik,” ujarnya.
Banteng Jabar FC sebelumnya memastikan gelar juara Soekarno Cup 2026 setelah mengalahkan Banteng Bali dalam laga final di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (24/8/2026). Pertandingan berlangsung tanpa gol hingga waktu normal dan perpanjangan waktu sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Banteng Jabar akhirnya menang dengan skor 5-3. Selain meraih gelar juara, tim Jawa Barat juga mencatat prestasi individu melalui penghargaan pelatih terbaik dan pemain terbaik.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Ini adalah buah dari kerja keras seluruh pemain, pelatih, official, dan dukungan para orang tua,” kata Ono.
Keberhasilan Banteng Jabar FC juga mendapat apresiasi berupa hadiah dan bonus dengan total Rp660 juta yang diberikan kepada pemain dan official dalam kegiatan syukuran kemenangan.
Bagi Pipik, momentum tersebut seharusnya tidak berhenti pada perayaan kemenangan. Prestasi Banteng Jabar FC perlu menjadi pemicu untuk memperkuat pembinaan olahraga usia muda di berbagai daerah di Jawa Barat.
Ia menilai kehadiran pemerintah, legislatif, organisasi olahraga, komunitas, dunia pendidikan, hingga keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan generasi muda berkembang secara optimal.
“Kita rayakan prestasinya, tetapi setelah itu harus ada kerja berikutnya. Bagaimana pembinaan diperkuat, bagaimana talenta-talenta muda ditemukan dan bagaimana mereka bisa terus berkembang. Itu yang jauh lebih penting,” ujar Pipik.
Kehadiran Pipik dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian terhadap perkembangan generasi muda dan olahraga daerah. Bagi dia, tugas sebagai wakil rakyat tidak hanya berkaitan dengan ruang sidang dan pembahasan kebijakan, tetapi juga hadir dalam berbagai momentum masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta ikut mendorong lahirnya ruang-ruang positif bagi generasi muda Jawa Barat.


