KARAWANG — Pendidikan demokrasi bagi generasi muda dinilai penting untuk diberikan sejak lingkungan sekolah. Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, nilai-nilai demokrasi juga dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung dalam kehidupan organisasi siswa.
Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pipik Taufik Ismail saat berkunjung ke SMKN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Dalam kesempatan tersebut, Pipik memberikan edukasi mengenai demokrasi kepada para siswa.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai trias politika, nilai-nilai dasar demokrasi serta bagaimana prinsip demokrasi dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi di lingkungan sekolah.
Para siswa diajak memahami bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan pemimpin atau proses politik di tingkat pemerintahan. Demokrasi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika siswa menyampaikan pendapat, mengambil keputusan bersama, menjalankan organisasi dan menghargai perbedaan pandangan.
Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail menilai sekolah memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman demokrasi generasi muda. Menurutnya, siswa perlu mengenal demokrasi bukan sekadar sebagai teori, tetapi sebagai nilai yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan mereka.
Lingkungan organisasi sekolah, kata Pipik, dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang dekat dengan kehidupan siswa. Proses pemilihan pengurus, musyawarah, pembagian tugas hingga penyelesaian perbedaan pendapat merupakan contoh sederhana bagaimana prinsip demokrasi dapat diterapkan.
Pipik juga menekankan pentingnya membangun keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Kebebasan berbicara dalam demokrasi, menurutnya, tetap harus disertai dengan sikap saling menghargai dan kesediaan untuk mendengarkan pandangan orang lain.
Ia berharap pendidikan demokrasi di sekolah dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami sistem pemerintahan, tetapi juga memiliki sikap terbuka, kritis dan mampu menghargai perbedaan.
Bagi Pipik, demokrasi tidak seharusnya terasa jauh dari kehidupan pelajar. Justru dari ruang-ruang sederhana seperti kelas dan organisasi sekolah, kebiasaan bermusyawarah, menghargai suara orang lain dan mengambil keputusan secara bersama dapat mulai dibangun.
Melalui pendidikan demokrasi sejak sekolah, generasi muda diharapkan memiliki bekal untuk menjadi warga negara yang mampu berpartisipasi secara aktif sekaligus bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat.


