KARAWANG — Di tengah perkembangan Kabupaten Karawang yang terus bergerak, sejumlah peninggalan sejarah masih berdiri sebagai pengingat perjalanan panjang daerah ini. Salah satunya adalah Monumen Surotokunto yang berada di kawasan Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur.
Monumen yang juga dikenal sebagai Tugu Warungbambu tersebut berada di Jalan Proklamasi atau Jalan Surotokunto. Keberadaannya tidak sekadar menjadi penanda kawasan, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan pada masa revolusi.
Monumen tersebut dibangun untuk mengenang Letkol Soeroto Kunto bersama tiga stafnya yang gugur atau hilang ketika menjalankan tugas pada masa perjuangan tahun 1946.

Pada awalnya, monumen ini memiliki bentuk tugu dengan simbol bintang lima. Seiring waktu, bentuknya kemudian mengalami perubahan. Pada 2008, monumen direnovasi dan diwujudkan dalam bentuk patung seorang prajurit yang menggambarkan sosok pejuang dengan senjata dan helm.
Monumen tersebut pertama kali diresmikan pada 10 November 1951. Momentum peresmian yang bertepatan dengan Hari Pahlawan semakin memperkuat makna monumen sebagai bagian dari ingatan sejarah perjuangan bangsa di Karawang.
Bagi masyarakat Karawang, keberadaan Monumen Surotokunto menjadi salah satu pengingat bahwa perkembangan daerah hari ini tidak terlepas dari perjalanan dan pengorbanan generasi sebelumnya.
Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, menilai keberadaan situs dan monumen perjuangan seperti Surotokunto penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.
Menurut Pipik, sejarah tidak seharusnya berhenti sebagai nama jalan, bangunan, atau monumen yang hanya dilewati masyarakat. Nilai perjuangan di baliknya perlu disampaikan agar generasi muda memahami bahwa kemerdekaan dan pembangunan hari ini memiliki perjalanan panjang.
Ia juga memandang pelestarian monumen bersejarah perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan sejarah secara lebih dekat kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan situs sejarah tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Monumen Surotokunto pada akhirnya bukan sekadar patung seorang prajurit di kawasan Warungbambu. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap ruang yang berkembang di Karawang, terdapat sejarah perjuangan yang pernah dilalui oleh mereka yang datang lebih dahulu.
Merawat monumen tersebut berarti menjaga salah satu bagian dari ingatan kolektif Karawang—agar kisah tentang perjuangan, pengorbanan dan keberanian tidak hilang ditelan perubahan zaman.

