Musium Batujaya Tak di perhatikan, DPRD Jabar Sentil Pemda Karawang Soal Anggaran Pemeliharaan

Karawang – Lemahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap pemeliharaan kawasan Cagar Budaya Candi Batujaya kembali menuai kritik keras. Batujaya Cultural Diversity Selaku Juru pemeliharaan Museum Cagar budaya Candi batujaya bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, secara terbuka menyoroti polemik pengelolaan dan pemeliharaan anggaran monument bersejarah tersebut yang dinilai tidak menjadi prioritas pemerintah daerah.

Pipik menegaskan, kondisi Candi Batujaya yang kian memprihatinkan menunjukkan adanya kelalaian serius dari Pemda Karawang dalam menjalankan tanggung jawab pelestarian warisan budaya. Padahal, situs ini merupakan aset sejarah bernilai tinggi yang semestinya dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.

“Saya meminta Pemda Karawang untuk benar-benar memperhatikan Museum Cagar Budaya Candi Batujaya. Jangan sampai aset sejarah yang menjadi identitas Karawang justru diabaikan oleh pemerintahnya sendiri,” tegas Pipik.

Ia menilai, pembiaran terhadap kerusakan fisik kawasan cagar budaya berpotensi menghilangkan nilai sejarah, edukasi, sekaligus peluang pengembangan pariwisata budaya di Karawang. Menurutnya, kelalaian ini tidak bisa terus ditutupi dengan alasan keterbatasan anggaran tanpa adanya langkah nyata dan transparan.

Kritik tajam juga datang dari juru pemeliharaan Museum Cagar Budaya Candi Jiwa, yang mengungkapkan kondisi lapangan jauh dari kata layak. Fasilitas dasar seperti gerbang, cat tembok, hingga kebersihan kawasan disebut dibiarkan rusak dan kumuh tanpa sentuhan perawatan.

“Bangunan sudah kumuh, gerbang rusak, cat tembok mengelupas. Bahkan untuk alat pemotong rumput saja kami terpaksa berhutang karena tidak ada perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah,” ungkapnya.

Ironisnya, untuk kebutuhan pemeliharaan sehari-hari, pihak pengelola hanya mengandalkan dana dari pengunjung museum. Itupun tidak dipatok harga, melainkan sebatas sumbangan seikhlasnya. Dana yang terkumpul baru digunakan untuk membersihkan dan merawat lingkungan museum secara terbatas.

Pengakuan tersebut semakin menegaskan adanya kesenjangan antara wacana pelestarian budaya dengan realitas di lapangan. Muncul pertanyaan besar terkait kejelasan alokasi dan pengawasan anggaran pemeliharaan Candi Batujaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Masyarakat dan pemerhati budaya pun mendesak Pemda Karawang agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan Candi Batujaya. Tanpa langkah konkret, pembiaran ini dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dalam upaya pelestarian cagar budaya dan mencoreng komitmen Karawang dalam menjaga warisan sejarahnya sendiri.

(Wahid/Dsn)

Tinggalkan komentar