Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, turut mengapresiasi terselenggaranya rangkaian kegiatan Fatmawati Trofi Regional Jawa Barat, termasuk pelantikan Wanoja Perjuangan Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi perempuan di lingkungan PDI Perjuangan, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya kontribusi perempuan dalam perjalanan bangsa dan pembangunan daerah.
“Peringatan melalui Fatmawati Trofi memiliki makna yang sangat mendalam. Sosok Ibu Fatmawati bukan hanya dikenang sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih, tetapi juga sebagai teladan kepemimpinan, keteguhan, dan pengabdian kepada bangsa. Nilai-nilai itulah yang perlu terus diwariskan kepada generasi perempuan Indonesia,” ujar Pipik.

Ia menilai pelantikan Wanoja Perjuangan Jawa Barat menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga pendampingan terhadap perempuan dan anak di tengah masyarakat.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak perubahan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Wanoja Perjuangan diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya kader-kader perempuan yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan rakyat,” katanya.
Pipik juga mengapresiasi rangkaian kegiatan Fatmawati Trofi yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, kreativitas, olahraga, dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk terus berkarya dan berinovasi.
“Semangat Ibu Fatmawati harus terus hidup dalam tindakan nyata. Melalui Wanoja Perjuangan, kita berharap semakin banyak perempuan yang berani tampil sebagai pemimpin, menjadi pelopor di lingkungannya, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban,” pungkasnya.

