Pipik Taufik Dorong Pemuda Karawang Aktif di Demokrasi dan Budaya

Date:

KARAWANG — Generasi muda dinilai tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mereka perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, sekaligus memahami bagaimana proses demokrasi dan pembangunan daerah berlangsung.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., saat berdialog dengan puluhan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Langit Kreasi Nusantara (LKN), di Brits Hotel Karawang, Minggu (30/8/2026).

Pertemuan bertajuk Sharing Session & Silaturahmi tersebut diikuti anak-anak muda Karawang. Diskusi membahas sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari pendidikan politik, demokrasi, komunikasi publik, kebudayaan hingga peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Pipik menilai pendidikan politik perlu dikenalkan kepada generasi muda dengan cara yang lebih terbuka dan dekat dengan kehidupan mereka. Menurutnya, pemuda perlu memahami politik bukan semata-mata sebagai aktivitas elektoral, tetapi sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Anak muda jangan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mereka harus diberikan ruang untuk belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan memahami bagaimana demokrasi bekerja,” kata Pipik.

Ia juga mendorong agar pendidikan politik bagi pelajar tidak bersifat indoktrinatif. Sebaliknya, ruang dialog perlu dibangun agar anak muda terbiasa melihat persoalan secara kritis, menyampaikan pendapat secara santun, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga negara.

Gagasan tersebut kemudian diarahkan melalui rencana pengembangan Kelas Politik dan Demokrasi bagi pelajar SMA yang dapat dilaksanakan secara bergilir di berbagai sekolah. Konsepnya tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diskusi, interaksi dan pengalaman langsung dengan berbagai pihak.

Bagi Pipik, pola seperti itu penting karena generasi muda merupakan bagian dari masyarakat yang akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan di masa mendatang.

“Kolaborasi antara pemuda, sekolah, komunitas, pemerintah, dan lembaga legislatif harus terus dibangun. Ruang seperti ini penting agar anak muda memiliki wawasan sekaligus keberanian untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Selain pendidikan politik, pertemuan tersebut juga membahas penguatan budaya lokal melalui konsep Peer Educator. Anggota LKN nantinya dapat dilibatkan untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Sunda serta kekayaan budaya Karawang kepada pelajar dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia mereka.

Sejumlah potensi sejarah dan budaya Karawang, seperti Bedog Lubuk, Masjid Agung Karawang dan Vihara Sian Djin Ku Poh, disebut dapat dikembangkan menjadi bahan edukasi, cerita, konten kreatif maupun kegiatan interaktif.

Founder LKN, Wirda Noviani Pamungkas, mengatakan pihaknya ingin menjadikan LKN bukan hanya sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda dengan berbagai unsur masyarakat.

“Karawang memiliki banyak anak muda yang memiliki potensi. Mereka membutuhkan ruang untuk belajar, mencoba, berkomunikasi, berkarya, dan mengambil keputusan. Tugas kita bersama adalah menyediakan ruang tersebut,” kata Wirda.

Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan Giat Budaya bulanan di DPRD serta konsep Dewan Menyapa Masyarakat berbasis budaya. Gagasan ini diarahkan agar ruang legislatif tidak hanya menjadi tempat pembahasan kebijakan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi, dialog dan interaksi masyarakat.

Bagi Karawang, pendekatan tersebut menjadi relevan karena kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian warisan masa lalu. Budaya juga dapat menjadi sarana pendidikan, membangun identitas, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.

Pertemuan LKN bersama Pipik Taufik kemudian menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya pengembangan Kelas Politik dan Demokrasi, Peer Educator berbasis budaya Karawang, riset sejarah dan budaya, Giat Budaya serta program Dewan Menyapa Masyarakat.

Melalui keterlibatan langsung dalam forum masyarakat, pendidikan politik, budaya dan kepemudaan, komunikasi antara generasi muda dan lembaga legislatif diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang partisipasi yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pipik Taufik Serap Aspirasi Warga Palumbonsari, Soroti Normalisasi Kali Cilamaran hingga Insentif Amil

KARAWANG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik...

HUT Karawang ke-393, Pipik Taufik: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan

KARAWANG – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 menjadi...

Pipik Taufik Diskusi Bersama Paguyuban Ambulans Desa Karawang, Soroti Penguatan Layanan untuk Warga

KARAWANG – Upaya memperkuat pelayanan dasar masyarakat di tingkat...

DPRD Terima Audiensi KBPBI Jabar, Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik...