Bandung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat resmi mengukuhkan kepengurusan baru Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) Jawa Barat sebagai langkah memperkuat kerja-kerja kemanusiaan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Jawa Barat. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, kepada Ketua BAGUNA Jawa Barat, Cecep Yusup Mulyana, didampingi jajaran pengurus DPD.
Terbentuknya kepengurusan baru ini menandai dimulainya masa bakti BAGUNA Jawa Barat dengan semangat memperkuat pelayanan kemanusiaan, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga melalui berbagai program mitigasi, kesiapsiagaan, pelayanan kesehatan, dan aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketua BAGUNA Jawa Barat, Cecep Yusup Mulyana, menyampaikan komitmennya untuk membangun organisasi yang sigap dan responsif dalam setiap situasi darurat. Menurutnya, amanah yang diberikan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat akan dijawab melalui kerja nyata di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun baru menerima SK kepengurusan, BAGUNA Jawa Barat sejatinya telah menjalankan sejumlah aksi kemanusiaan, di antaranya kegiatan pengasapan (fogging) di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit akibat berkembangnya nyamuk di kawasan terdampak penumpukan eceng gondok. Selain itu, personel BAGUNA juga aktif mengikuti pelatihan kebencanaan melalui Jambore Desa Tangguh Bencana guna meningkatkan kapasitas relawan.
Dengan struktur organisasi yang diperkuat berbagai bidang strategis, mulai dari mitigasi bencana, tanggap darurat, logistik, pembangunan fisik, hubungan antarlembaga, pendidikan dan pelatihan, humas, hingga kesekretariatan, BAGUNA diharapkan mampu membangun sistem respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan profesional dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di Jawa Barat.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, menyambut baik pengukuhan kepengurusan BAGUNA Jawa Barat tersebut. Menurutnya, keberadaan BAGUNA merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan keberpihakan PDI Perjuangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pengukuhan BAGUNA bukan sekadar melengkapi struktur organisasi, tetapi memperkuat komitmen kemanusiaan PDI Perjuangan untuk selalu hadir bersama rakyat. Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, sehingga kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan sinergi dengan berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting,” ujar Pipik.
Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik menilai bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui edukasi masyarakat, penguatan mitigasi, dan peningkatan kapasitas relawan di berbagai daerah.
“Saya berharap BAGUNA Jawa Barat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, profesional, dan tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang membutuhkan. Semangat gotong royong harus terus menjadi napas dalam setiap aksi kemanusiaan,” tambahnya.
Pengukuhan BAGUNA Jawa Barat juga menjadi bagian dari komitmen DPD PDI Perjuangan Jawa Barat untuk memperkuat peran organisasi sayap partai dalam mendukung pelayanan sosial dan kemanusiaan. Dengan kolaborasi bersama pemerintah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta komunitas relawan, BAGUNA diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Melalui kepengurusan baru ini, BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang tanggap dalam kondisi darurat, tetapi juga menjadi motor penggerak edukasi kebencanaan, pelayanan sosial, dan penguatan solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama perjuangan partai.

