Banyak Sarana Rusak, Karawang Heritage Minta Pemda Alokasikan Dana Pemeliharaan Kompleks Musium Batujaya

Date:

Kondisi sarana dan prasarana di Kompleks Museum Batujaya, Karawang, kembali menjadi sorotan. Asep R Sundapura, Ketua Karawang Heritage, menyampaikan keprihatinan mendalam atas keadaan fisik kompleks museum yang dinilainya semakin memerlukan perawatan serius dan berkelanjutan. Sejumlah fasilitas penting tampak mengalami kerusakan: pintu museum yang keropos dan mau jebol, cat dinding mengelupas dan kusam, atap bangunan yang terancam jebol, hingga minimnya peralatan dasar untuk pemeliharaan rutin.

Sebagai budayawan dan pemerhati sejarah, Asep R Sundapura menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Menurutnya, Batujaya bukan sekadar ruang pamer artefak, melainkan simpul penting sejarah peradaban Nusantara yang menyimpan nilai edukasi, identitas, dan kebanggaan daerah. “Kawasan Batujaya adalah cagar budaya dengan status strategis nasional. Jika sarana dasarnya saja terabaikan, maka kita sedang mengabaikan amanat sejarah dan masa depan kebudayaan kita sendiri,” ujarnya. Ia mendorong Pemerintah Daerah Karawang untuk mengalokasikan dana pemeliharaan khusus dan rutin agar kompleks museum terawat, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Asep menekankan bahwa dukungan anggaran bukan sekadar soal memperbaiki bangunan, tetapi investasi jangka panjang bagi pendidikan publik dan pariwisata berbasis budaya. Dengan perawatan yang layak, museum dapat berfungsi optimal sebagai ruang belajar generasi muda, destinasi wisata sejarah, sekaligus pusat aktivitas kebudayaan yang hidup. “Peradaban besar selalu ditopang oleh penghormatan terhadap warisan masa lalu. Tanpa perawatan yang memadai, kita berisiko kehilangan jejak penting sejarah Karawang,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, sudah bertahun-tahun Kompleks Musium Pecandian Batujaya tidak mendapatkan bantuan dana untuk perawatan dan peralatan.

Keprihatinan tersebut senada dengan kesaksian para juru pelihara (Jupel) di Kompleks Museum Candi Batujaya. Mereka mengungkapkan bahwa selama ini hampir tidak ada bantuan dana pemeliharaan dari pemerintah daerah. Kebutuhan dasar seperti biaya listrik, perawatan taman, hingga pengadaan mesin pemotong rumput kerap ditutup dari iuran parkir pengunjung yang jumlahnya sangat terbatas. Akibatnya, sejumlah fasilitas penunjang—mulai dari mushola, MCK, taman-taman, hingga gedung museum itu sendiri—berada dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan salah seorang Jupel mengatakan bahwa mereka sampai harus “Ngutang” di Shopee untuk membeli alat mesin potong rumput. Selain itu, dana yang ada juga kurang mencukupi untuk kebutuhan beli token, sehingga kompleks musium menjadi gelap gulita di malam hari.

Para Jupel berharap pemerintah daerah turun tangan secara nyata dengan menyediakan anggaran pemeliharaan khusus. Dengan dukungan tersebut, kompleks Museum Candi Batujaya diyakini dapat ditata lebih rapi, bersih, dan menarik, sehingga pengalaman pengunjung meningkat dan citra Karawang sebagai daerah yang peduli kebudayaan semakin menguat.

Seruan Asep R Sundapura dan para Jupel ini menjadi pengingat bahwa pelestarian kebudayaan tidak cukup dengan pengakuan status semata. Diperlukan komitmen anggaran, kebijakan yang berpihak, dan perawatan rutin agar warisan sejarah di Batujaya tetap hidup, terjaga, dan bermakna bagi masyarakat luas—hari ini dan di masa mendatang.

(Nur/Ande/Dsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cintai Sejarah Sejak Dini: Karawang Heritage Gelar Program “Heritage for Kid” di Rengasdengklok

Upaya pelestarian sejarah tidak harus selalu kaku dan membosankan....

RS Bayukarta Klarifikasi Pemberitaan, Hormati Proses Hukum atas Laporan ke Polres Karawang

RS Bayukarta Klarifikasi Pemberitaan, Hormati Proses Hukum atas Laporan ke Polres Karawang

Silaturahmi Politik, PDI Perjuangan Karawang dan KPU Bahas Validitas Data Parpol

Silaturahmi Politik, PDI Perjuangan Karawang dan KPU Bahas Validitas Data Parpol

Ribuan Massa GMPI Kepung DPRD Karawang Tuntut Transparansi Pokir Dewan

Gelombang aksi massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia...