Pipik Taufik Ismail bertemu dengan Kepala Sekolah SMK Cilebar, Karawang, Hj. Evi Aprilianti, S.Pd., M.Pd. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan penting untuk menunjang proses belajar-mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan siswa.
Hj. Evi Aprilianti, S.Pd., M.Pd mengeluhkan keterbatasan ruang kelas baru yang dibutuhkan seiring aktivitas pembelajaran yang terus berkembang.
Aspirasi lain yang disampaikan adalah perlunya dukungan pemerintah agar SMK Cilebar dapat memperluas kerja sama dengan dunia industri, khususnya untuk program pemagangan siswa. Kerja sama tersebut dinilai penting agar siswa memiliki pengalaman kerja, keterampilan praktis, dan peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.
Tidak hanya itu, pihak sekolah juga mengusulkan kebutuhan pengurugan area halaman sekolah. Saat hujan turun, halaman SMK Cilebar kerap tergenang banjir sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga sekolah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pipik Taufik Ismail menyatakan komitmennya untuk membantu memperjuangkan kebutuhan SMK Cilebar melalui jalur dan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa urusan pendidikan tingkat SMA dan SMK merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Insyaallah aspirasi ini akan saya tindak lanjuti dan perjuangkan. SMA dan SMK berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga kebutuhan ruang kelas, dukungan sarana-prasarana, hingga penguatan kolaborasi dengan industri perlu kita dorong bersama,” ujar Pipik.
Pipik juga menaruh perhatian khusus terhadap SMK Cilebar karena wilayah tersebut merupakan kampung halamannya. Ia berharap SMK Cilebar dapat berkembang menjadi sekolah vokasi yang semakin maju, memiliki fasilitas memadai, serta mampu mencetak generasi muda Cilebar yang siap kerja, terampil, dan berdaya saing.

Siswa SMKN Cileba rupacara di lapangan berum put yang sukan digenangi banjir saat hujan

