KARAWANG – Pipik Taufik Ismail menghadiri kegiatan peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Internasional pada 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat, Bersama PDI Perjuangan.”
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan warga lanjut usia (lansia), baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental. Seiring bertambahnya usia, lansia membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan layanan publik agar tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat, aktif, dan bermartabat.

Kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan medis dan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, rasa aman, kesempatan berinteraksi, serta penghargaan terhadap pengalaman dan peran mereka di tengah masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pemberdayaan lansia menjadi hal penting. Lansia perlu tetap memperoleh ruang untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, berbagi pengalaman, serta menjalankan aktivitas sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Dukungan lingkungan yang inklusif dapat membantu menjaga kualitas hidup sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi.
“Lansia harus mendapatkan perhatian yang layak, bukan hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kehidupan sosialnya,” ujar Pipik. “Kita perlu membangun lingkungan yang membuat para lansia tetap merasa dihargai, memiliki ruang untuk beraktivitas, dan dapat menjalani hari tua dengan sehat serta bermartabat.”
Peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Internasional juga menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga, kepedulian masyarakat, dan akses terhadap layanan yang sesuai merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi lansia.

