
Momentum kebersamaan pasca-Idulfitri dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan ekonomi kerakyatan. Hal ini terlihat dalam kegiatan halal bihalal yang digelar LSM Kaliber Indonesia bersama para pelaku UMKM binaannya pada 12 April 2026. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pipik Taufik Ismail, yang dikenal aktif mendorong pemberdayaan sektor usaha kecil di Jawa Barat.
Kehadiran Pipik bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Ia tampil sebagai figur yang konsisten mengawal isu ekonomi berbasis masyarakat, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dalam forum yang dihadiri puluhan pelaku usaha tersebut, terungkap bahwa sebanyak 47 UMKM binaan LSM Kaliber telah menerima bantuan usaha sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Pipik menilai, langkah yang dilakukan LSM Kaliber Indonesia merupakan contoh konkret kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemangku kebijakan dalam memperkuat ekosistem UMKM. Menurutnya, dukungan tidak hanya berhenti pada bantuan modal, tetapi juga perlu diiringi dengan pendampingan berkelanjutan, akses pasar, serta peningkatan kualitas produk.
“UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, tapi fondasi ketahanan sosial masyarakat. Ketika mereka tumbuh, maka kesejahteraan ikut bergerak. Inisiatif seperti ini harus terus diperluas dan diperkuat,” ujar Pipik dalam kesempatan tersebut.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat, Pipik menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga lembaga swadaya masyarakat, agar program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman antar pelaku UMKM. Para peserta saling bertukar cerita tentang tantangan usaha, strategi bertahan, hingga peluang pengembangan di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Ke depan, Pipik berharap model pembinaan seperti yang dilakukan LSM Kaliber Indonesia dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Jawa Barat. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, UMKM diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

