Bogor (5/02/2026) — Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Bogor untuk meninjau operasional dan progres pembangunan Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo. Di Bogor, Komisi IV juga melakukan monitoring program kegiatan terkait pertambangan yang berada di wilayah kerja Cabang Dinas ESDM Wilayah II Bogor.
Kunjungan mencakup lokasi di wilayah administrasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, serta koordinasi dengan instansi teknis provinsi.
Kunjungan dilakukan dalam rangka verifikasi lapangan terhadap kesiapan fasilitas TPPAS regional, evaluasi kapasitas dan teknologi yang digunakan, serta memastikan program-program penanganan sampah terintegrasi berjalan sesuai perencanaan.
Selain itu, rombongan juga memantau pelaksanaan kegiatan pertambangan di wilayah kerja Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat (khususnya Cabang Dinas Wilayah II Bogor) untuk menilai kepatuhan dan dampak lingkungan yang mungkin timbul. Koordinasi teknis mengenai pengelolaan sampah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.
Sekilas tentang TPPAS Regional Lulut Nambo
TPPAS Regional Lulut Nambo (sering disingkat LUNA) merupakan proyek pengelolaan sampah regional yang dibangun di Desa Lulut dan Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Proyek ini dirancang menggunakan teknologi pengolahan mekanis-biologis (MBT) untuk mengolah sampah menjadi produk daur ulang seperti kompos, RDF (Refuse Derived Fuel), dan produk lain serta mengurangi volume sampah akhir.
Fasilitas ini dibangun bertahap; target kapasitas penuh proyek pada dokumen perencanaan adalah kisaran 1.500–1.800 ton per hari, dengan kemampuan menghasilkan RDF dan produk olahan lain sebagai output pengolahan. Beberapa laporan mencatat bahwa uji coba awal beroperasi pada kapasitas kecil (sekitar puluhan ton per hari) sambil menyiapkan tahap peningkatan kapasitas.
TPPAS menjadi solusi regional yang adil dan berkelanjutan
Anggota Komisi IV dari Dapil Karawang-Purwakarta, Pipik Taufik Ismail mengatakan bahwa kunjungan kerja Komisi IV ke TPPAS Regional Lulut Nambo dan lokasi-lokasi kegiatan ESDM di wilayah Bogor bertujuan memastikan bahwa investasi infrastruktur pengelolaan sampah ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bogor Raya.

Ditambahkan oleh Pipik, bahwa Komisi IV menyambut baik penerapan teknologi MBT yang memungkinkan pengurangan sampah akhir sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah. Namun, kami juga menekankan perlunya percepatan pengoperasian semaksimal mungkin dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan mitigasi dampak sosial — termasuk kesinambungan kompensasi serta pengembangan ekonomi lokal. Komisi akan mendorong koordinasi yang lebih erat antara provinsi dan kabupaten/kota pengguna agar TPPAS ini benar-benar menjadi solusi regional yang adil dan berkelanjutan.”
Kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ke TPPAS Regional Lulut Nambo menegaskan peran legislatif dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga dan tata kelola wilayah.
Dengan sinergi antar-instansi teknis, pemda, dan masyarakat lokal, ekspektasi agar TPPAS Lulut Nambo menjadi solusi pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan dapat diwujudkan.
(DSN/Nur)





