GMPI Cilebar & Warga Mekarpohaci Desak Pembangunan Jembatan Ciwadas, Terhambat Akses Sehari-hari

Karawang (05/02/2026) — Warga Dusun Betokmati, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang masih mengeluhkan ketidakadaan jembatan penghubung yang melintasi Sungai Ciwadas, yang menjadi akses utama warga menuju wilayah Kecamatan Cilebar dan sejumlah fasilitas umum lain seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan. Hingga kini, akses penyeberangan yang ada hanya berupa perahu tradisional, yang operasionalnya sering tertunda bahkan berhenti total jika debit air sungai meningkat.

Akses Terhambat, Jarak Menjadi Beban Harian Warga

Menurut keterangan warga, kondisi ini menambah beban perjalanan harian mereka. “Kalau air sungai tinggi, kami tidak bisa menyebrang. Perahu berhenti dan kami harus berjalan memutar sampai beberapa kilometer melewati jalur lain demi sampai ke sekolah, pasar, atau bekerja,” ucap salah seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Dusun Betokmati. “Apalagi kalau musim hujan, sangat berbahaya bagi anak–anak yang tetap harus sekolah,” tambahnya.

Situasi ini secara tidak langsung menjadi faktor penyebab jarak efektif yang jauh bagi warga untuk mengakses layanan dasar. Selama ini belum ada jembatan permanen yang menghubungkan desa dengan pusat wilayah Kecamatan Cilebar yang berada di seberang Sungai Ciwadas.

Kondisi Infrastruktur Jalan dalam Rencana Peningkatan

Berdasarkan dokumen anggaran daerah Kabupaten Karawang, terdapat rencana peningkatan jalan desa di Dusun Cilebar – Dusun Betokmati Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, dalam daftar program penataan jalan tahun anggaran tertentu. Namun selama ini belum terlihat pembangunan jembatan penyeberangan yang dimaksud, sehingga warga masih bergantung pada perahu penyeberangan sungai untuk mobilitas sehari-hari mereka.

Potensi Risiko dan Kebutuhan Mendesak

Warga menilai bahwa kondisi tanpa jembatan permanen tidak hanya berdampak pada jarak tempuh yang jauh tetapi juga membawa risiko tinggi saat kondisi sungai pasang. “Kami khawatir sekali kalau anak kami nekat menyebrang sendiri waktu air deras, kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata seorang bapak rumah tangga kepada tim liputan.

Selain risiko keselamatan, warga juga menyoroti dampak ekonomi. Dengan akses yang belum stabil, proses distribusi kebutuhan pokok maupun kegiatan usaha kecil warga menjadi tidak efektif. Aktivitas ekonomi warga semakin terhambat, terutama di musim hujan.

Desakan pembangunan jembatan juga datang dari unsur organisasi kemasyarakatan. Pengurus Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) DPC Cilebar, Risel, menyatakan bahwa kondisi warga Dusun Betokmati sudah terlalu lama dibiarkan tanpa solusi nyata. Menurutnya, ketiadaan jembatan penghubung yang melintasi Sungai Ciwadas bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat atas akses transportasi yang layak.

“Ini bukan masalah baru. Warga Betokmati sudah bertahun-tahun mengandalkan perahu untuk menyeberang. Saat air sungai tinggi, penyeberangan sangat berbahaya bahkan sering tidak beroperasi sama sekali. Akibatnya, warga harus memutar jauh untuk sampai ke wilayah Cilebar. Kami dari GMPI DPC Cilebar mendesak pemerintah daerah agar segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegas Risel.

Risel menambahkan, GMPI siap mengawal dan menyuarakan aspirasi warga hingga ke tingkat pemerintah kabupaten dan provinsi. Ia menilai pembangunan jembatan tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang akan berdampak langsung pada pendidikan, ekonomi, serta mobilitas warga, khususnya anak-anak sekolah, petani, dan pekerja harian. Menurutnya, kehadiran jembatan permanen akan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat di wilayah pesisir dan terpencil Kabupaten Karawang.

Harapan Pembangunan Jembatan

Warga berharap pemerintah kabupaten dan provinsi segera memperhatikan pembangunan jembatan penghubung di atas Sungai Ciwadas sebagai akses vital bagi masyarakat Betokmati Mekarpohaci — bukan sekadar peningkatan jalan desa. Pembangunan jembatan permanen menurut warga akan sangat meringankan beban perjalanan, memberikan akses yang aman dan cepat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

(DSN/Nur)

Tinggalkan komentar