Karawang, | Kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Karawang. Di tengah tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, DPC PDI Perjuangan Karawang membuka Posko Banjir di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang Dengan menyungsung Tema Menangis tertawa Bersama rakyat, Senin (19/01/2026).
Pembukaan posko ini merupakan bentuk respons cepat sekaligus wujud rasa empati dan kasih sayang kepada masyarakat sekitar yang terdampak banjir. Wilayah di belakang Kantor DPC PDI Perjuangan Karawang diketahui merupakan daerah langganan banjir hampir setiap tahun. Kondisi tersebut mendorong DPC PDI Perjuangan Karawang untuk menjadikan kantornya sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya terendam.
Berbeda dengan sejumlah kantor partai politik lainnya yang relatif sepi dari pengungsi, Kantor DPC PDI Perjuangan Karawang justru dipenuhi warga terdampak banjir. Hal ini sejalan dengan komitmen PDI Perjuangan sebagai Rumah Rakyat, tempat masyarakat dapat berlindung dan mendapatkan bantuan saat menghadapi kesulitan.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga yang mengungsi di Posko Banjir DPC PDI Perjuangan Karawang mencapai sekitar 195 orang, atau hampir 200 jiwa. Para pengungsi berasal dari lingkungan sekitar kantor DPC yang terdampak langsung luapan air akibat banjir.
Penanganan dan pelayanan terhadap pengungsi dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, atas instruksi langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang.
Dalam pelaksanaannya, DPC juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan DPD PDI Perjuangan melalui Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak serta Bidang Penanggulangan Bencana guna memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Di Posko Banjir tersebut, DPC PDI Perjuangan Karawang menyediakan berbagai fasilitas dan bantuan bagi para pengungsi. Mulai dari makanan siap santap yang disalurkan secara rutin, dengan jadwal makan dua kali sehari, yakni siang dan malam, hingga logistik pendukung seperti air minum dan kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, posko juga dilengkapi dengan obat-obatan serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Dr. Anwar Hidayat, S.H., M.H., menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat rakyat membutuhkan uluran tangan.
“Kantor DPC PDI Perjuangan ini adalah rumah rakyat. Ketika masyarakat tertimpa musibah banjir dan membutuhkan tempat yang aman, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk membuka pintu dan memfasilitasi mereka. Inilah semangat gotong royong yang menjadi identitas nasional dan nilai perjuangan partai kami,” ujar Anwar Hidayat.
Ia juga berharap kondisi banjir dapat segera surut agar masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dan berkumpul bersama keluarga.
“Mudah-mudahan banjir cepat surut, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa, dan keluarga-keluarga yang terdampak bisa kembali ke rumahnya dengan aman,” tambahnya.
Siap 👍 Berikut pernyataan versi lebih panjang, formal, dan layak pakai untuk dimasukkan ke artikel berita atau rilis media:
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dan menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Ia mengapresiasi langkah cepat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang yang membuka posko banjir sebagai pusat pelayanan dan bantuan bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, kehadiran partai di tengah masyarakat saat kondisi darurat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk selalu berpihak kepada rakyat.
“Kami sangat prihatin dengan musibah banjir yang dialami warga Karawang. Kehadiran posko banjir ini adalah wujud nyata gotong royong dan kepedulian PDI Perjuangan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Partai harus hadir, bukan hanya dalam agenda politik, tetapi juga saat rakyat membutuhkan bantuan secara langsung,” ujar Pipik.
Ia menambahkan, sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, dirinya akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan banjir dan pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Selain bantuan darurat, menurutnya perlu langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat, termasuk mendorong evaluasi dan perbaikan sistem pengendalian banjir, tata kelola lingkungan, serta infrastruktur pendukung agar kejadian serupa tidak terus berulang. Keselamatan dan kesejahteraan warga harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pipik berharap, bantuan yang disalurkan melalui posko banjir dapat meringankan beban warga terdampak serta menjadi semangat kebersamaan bahwa masyarakat tidak menghadapi musibah ini sendirian.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang memastikan posko banjir akan tetap siaga selama kondisi darurat masih berlangsung. Seluruh kader dan relawan dikerahkan untuk membantu pengungsi, sebagai bentuk komitmen partai dalam hadir, bergerak, dan bekerja bersama rakyat di saat-saat sulit.
(Wahid)





