Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, semangat kebersamaan dan militansi terasa kian menguat di tubuh Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI). Momentum spiritual yang identik dengan refleksi dan penguatan nilai perjuangan itu dimaknai GMPI Karawang sebagai titik konsolidasi sekaligus peneguhan arah gerak organisasi.
Minggu (15/2/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMPI Kabupaten Karawang menggelar Silaturahmi Akbar di Kantor Sekretariat DPD GMPI Karawang, Ruko Dharmawangsa II Grand Taruma B21, Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur. Kegiatan ini bukan sekadar temu kangen antar pengurus, melainkan forum konsolidasi strategis untuk merapatkan barisan dan menyatukan komando perjuangan.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD GMPI Karawang, Rahardian Nurdian atau yang akrab disapa A Ian. Ia hadir didampingi Sekretaris Jenderal Angga Dhe Raka dan Bendahara Umum Salyana (Gojim). Turut hadir jajaran pengurus DPD serta seluruh Ketua dan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari tiap kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Dalam arahannya, Rahadian atau Ian menyampaikan pesan yang tegas dan lugas. Ia menegaskan bahwa GMPI Karawang akan berdiri di garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat serta menolak segala bentuk pelemahan terhadap semangat perjuangan rakyat.
“GMPI bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar para pejuang. Kami tidak lahir untuk mencari posisi, tapi untuk mengabdi dan memperjuangkan keadilan sosial di tanah Karawang,” tegasnya dengan suara lantang.
Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta yang memenuhi ruangan sekretariat. Bagi Rahadian, soliditas internal adalah harga mati. Ia menekankan bahwa seluruh DPC wajib menjaga loyalitas, disiplin, dan kekompakan organisasi sebagai pondasi utama gerakan GMPI, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Tanpa soliditas, perjuangan akan rapuh. Tanpa disiplin, gerakan akan kehilangan arah,” pesan Rahadian, menegaskan pentingnya satu komando dalam setiap langkah organisasi.
Sementara itu, Sekjen GMPI Karawang, Angga Dhe Raka, menegaskan bahwa konsolidasi ini tidak akan berhenti pada seremoni belaka. Ia mengungkapkan bahwa setelah penyerahan Surat Keputusan (SK), DPD GMPI akan segera menggelar rapat kerja daerah guna merumuskan program aksi nyata, terutama di bidang sosial, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan pemuda.
“Kami tidak akan berhenti di seremoni. GMPI akan turun ke lapangan, masuk kampung, bantu warga, dan pastikan suara rakyat sampai ke pengambil kebijakan,” tandasnya.
Menurut Angga, kekuatan GMPI bukan semata pada struktur, tetapi pada loyalitas dan komitmen anggotanya. Militansi, kata dia, harus diwujudkan dalam kerja konkret, bukan sekadar retorika.
“Kita besar bukan karena banyak bicara, tapi karena banyak bergerak. GMPI harus jadi simbol keberanian dan ketegasan,” ujarnya.
Silaturahmi Akbar yang berlangsung penuh semangat tersebut menjadi penanda bahwa GMPI Karawang tengah meneguhkan eksistensinya sebagai organisasi masyarakat yang mandiri, berdaya, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan daerah, GMPI menyatakan siap mengambil peran aktif sebagai pengawal aspirasi masyarakat.
Menutup kegiatan, Rahadian kembali menegaskan komitmen organisasi.
“GMPI Karawang akan terus maju, bersatu dalam satu komando, dan tidak akan mundur selangkah pun dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” tutupnya dengan penuh ketegasan.
Dengan semangat Ramadan yang segera tiba, GMPI Karawang tampak tak sekadar menyiapkan diri untuk ibadah spiritual, tetapi juga memperkuat ikhtiar sosial—mengawal, membela, dan memperjuangkan suara rakyat di Bumi Pangkal Perjuangan.
(Aisyah)





