Tes Tulis Calon Ketua PAC PDIP, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Tegaskan Kaderisasi Harus Berbasis Kompetensi dan Ideologi.

Bandung — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, mengikuti rapat evaluasi dan analisis hasil tes tertulis bagi para calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Jawa Barat. Tahapan seleksi ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi internal dan penguatan struktur partai menjelang pelaksanaan musyawarah anak cabang di banyak daerah.

Sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat mendorong pelaksanaan tes tertulis dan wawancara secara serentak di sejumlah DPC/DPC daerah: dari kegiatan yang melibatkan ratusan kader di Kuningan hingga puluhan calon di Kota Bogor dan daerah lain seperti Depok, Indramayu, dan Kabupaten Bandung. Tahapan ini dijalankan secara berkala di tiap DPC sesuai instruksi DPD untuk menyeleksi kandidat ketua PAC secara objektif.

Berdasarkan paparan DPD dan praktik seleksi yang dipraktikkan di beberapa provinsi, materi tes tertulis umumnya menguji:

  • Pemahaman ideologi PDI Perjuangan dan Pancasila;
  • Penguasaan AD/ART partai dan mekanisme organisasi;
  • Wawasan kebangsaan dan isu-isu strategis lokal/nasional;
  • Nalar politik, kapasitas manajerial, serta kesiapan memimpin tingkat kecamatan.
    Tahapan tertulis biasanya dipadukan dengan wawancara mendalam untuk menilai sikap, integritas, dan kesiapan organisatoris kandidat. Pendekatan ini bertujuan memastikan penjaringan tidak semata politis tetapi juga berbasis kapabilitas.

Dari rangkaian tes tertulis dan wawancara yang berlangsung serentak, beberapa poin analitis penting muncul:

  1. Standarisasi Seleksi Meningkatkan Kredibilitas
    Pelaksanaan tes tertulis se-Jawa Barat memperlihatkan upaya DPD untuk menstandardisasi proses penjaringan. Dengan adanya soal dan kriteria penilaian yang lebih terukur, rekomendasi DPD kepada DPC bisa menjadi lebih objektif dan komparatif antar-kandidat.
  2. Ragam Hasil Antar Daerah — Indikasi Kualitas Kader Beragam
    Hasil awal menunjukkan variasi performa antar-kabupaten/kota: beberapa daerah meliputi kandidat yang kuat secara ideologis dan manajerial, sementara daerah lain masih menunjukkan kebutuhan peningkatan pendidikan politik dan pelatihan kader. Oleh karena itu, DPD perlu menyiapkan program pembinaan lanjutan bagi kandidat yang terpilih maupun yang belum lulus seleksi.
  3. Kepentingan Integrasi Tes Tertulis dan Wawancara
    Tes tertulis memberikan dasar objektif, namun wawancara tetap krusial untuk menilai karakter kepemimpinan, jejaring lokal, dan kapabilitas implementasi program PAC di tingkat kecamatan. Kombinasi kedua instrumen ini diperlukan untuk menghasilkan ketua PAC yang tidak hanya “paham partai” tapi siap bekerja di lapangan.

Sementara itu Pipik Taufik Ismail, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat yang ikut dalam panitia seleksi, Pipik menyatakan bahwa proses ini harus menghasilkan kepengurusan PAC yang kompeten, militan, dan ideologis.

“Proses seleksi Ketua PAC yang melibatkan tes tertulis dan wawancara adalah langkah penting untuk memastikan kader yang dipilih memiliki kapabilitas teknis, pemahaman ideologi partai, dan komitmen kerja di akar rumput. Kita tidak mencari sekadar nama populer, melainkan pemimpin PAC yang mampu mengorganisir, melindungi, dan menggerakkan kader serta masyarakat di wilayahnya. DPD akan memastikan mekanisme ini berjalan adil dan transparan, serta menindaklanjuti hasilnya dengan pembinaan berkelanjutan,” ujar Pipik Taufik Ismail, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Tinggalkan komentar