Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail menggelar kegiatan Dialog Wakil Rakyat bersama masyarakat dan perangkat desa di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, pada 25 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif itu, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan harapan terkait pembangunan desa, infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi wilayah pedesaan di kawasan Tegalwaru.
Selain menyerap aspirasi warga, Pipik Taufik Ismail juga memberikan edukasi mengenai pentingnya sinergisitas antara pemerintah desa, DPRD, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, DPRD, hingga pemerintah provinsi agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” ujar Pipik Taufik Ismail.
Ia menegaskan bahwa komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dijaga agar aspirasi yang berkembang di tingkat desa dapat diperjuangkan melalui kebijakan di tingkat provinsi.
“Melalui dialog seperti ini, kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi itu nantinya menjadi bahan perjuangan dan masukan dalam proses pembangunan di Jawa Barat, khususnya untuk wilayah Karawang,” lanjutnya.
Pipik juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam pembangunan desa serta menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat pedesaan.
“Desa memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun kebersamaan masyarakatnya. Tinggal bagaimana semua pihak bisa bekerja sama dan saling mendukung demi kemajuan daerah,” katanya.
Kegiatan dialog tersebut dihadiri masyarakat, tokoh desa, perangkat pemerintahan desa, hingga unsur pemuda setempat. Suasana berlangsung penuh keakraban dengan sesi diskusi terbuka mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Mekarbuana dan wilayah Tegalwaru secara umum.


