Karawang – Anggota Komisi IV Pipik Taufik Ismail kembali menegaskan komitmennya dalam membangun komunikasi terbuka dengan generasi muda. Pada Sabtu, 21 Februari 2026, ia menggelar kegiatan “Dialog Wakil Rakyat” bersama Komunitas Oken Club, sebuah organisasi anak muda yang mengusung prinsip Open Minded, kekerabatan, egaliter, dan nasionalis.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan partisipatif tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara legislator dan anak muda perkotaan yang aktif dalam pengembangan ide dan kreativitas sosial.
Ruang Dialog yang Setara dan Terbuka
Dalam sambutannya, Pipik menekankan bahwa generasi muda bukan sekadar objek kebijakan, melainkan subjek utama dalam pembangunan daerah dan bangsa. Ia menilai forum dialog semacam ini penting untuk memastikan kebijakan publik tidak terputus dari realitas dan aspirasi kaum muda. “Anak muda hari ini adalah penggerak perubahan. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah membuka ruang dialog, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi mereka dalam kebijakan yang konkret,” ujar Pipik.
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, ia menegaskan bahwa fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dinamika yang dihadapi generasi muda di era digital.
Isu Nasional yang Relevan bagi Generasi Muda
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu nasional mengemuka. Mulai dari peluang kerja dan kewirausahaan, transformasi digital, ekonomi kreatif, hingga tantangan polarisasi sosial di ruang media sosial.
Anggota Oken Club menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan ide dan kreasi anak muda perkotaan—seperti dukungan terhadap ruang kreatif, pelatihan berbasis teknologi, serta kemudahan akses permodalan bagi startup dan UMKM yang digerakkan generasi muda.
Pipik merespons dengan menegaskan bahwa penguatan sektor kreatif dan inovasi digital harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam ekosistem kreatif, namun memerlukan regulasi dan dukungan anggaran yang terarah. “Kita tidak boleh hanya bicara bonus demografi sebagai angka statistik. Bonus itu harus diwujudkan dalam kebijakan yang membuka akses pendidikan, pelatihan, dan peluang usaha bagi anak muda,” tegas Pipik.
Selain isu ekonomi, semangat kebangsaan juga menjadi bahasan penting. Di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi, Pipik menekankan pentingnya menjaga nilai nasionalisme yang inklusif dan toleran.
Oken Club: Komunitas dengan Nilai Kebangsaan
Oken Club sendiri dikenal sebagai komunitas anak muda yang mengedepankan prinsip open minded, kekerabatan, egaliter, dan nasionalis. Dalam dialog, para anggotanya menyampaikan komitmen untuk terus membangun ruang diskusi yang sehat dan produktif bagi generasi muda.
Forum tersebut mencerminkan pola komunikasi dua arah yang setara—tanpa sekat formalitas berlebihan—sehingga aspirasi dapat disampaikan secara jujur dan konstruktif.
Membangun Politik yang Dekat dengan Generasi Muda
Kegiatan ini sekaligus mempertegas positioning Pipik Taufik sebagai legislator yang aktif turun langsung ke komunitas dan membuka ruang partisipasi publik, khususnya bagi anak muda. Di tengah tantangan menurunnya kepercayaan generasi muda terhadap politik formal, pendekatan dialogis menjadi strategi penting untuk membangun kembali kedekatan tersebut.
Pipik menutup kegiatan dengan komitmen untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk komunikasi lintas komisi dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait. “Politik harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar wacana. Dan solusi itu lahir dari dialog seperti ini—dialog yang jujur, terbuka, dan berpihak pada masa depan generasi muda,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara wakil rakyat dan komunitas muda diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif, kreatif, dan berjiwa nasionalis di Jawa Barat.
(DSN/Izul)






